Tag: google
Google Hanya Jualan Kok, Belum Jadi Berkantor di Indonesia
by mrbambang on Des.02, 2008, under Technotalk
Saya menulis artikel ini dengan perasaan kecewa. Bagaimana tidak? Semingguan yang lalu, saya ditelepon oleh PR Agency yang mengundang saya ke suatu acara yang katanya adalah peluncuran Google buka kantor cabang di Indonesia. Tentu saya sangat senang mendengar informasi tersebut, bahkan sebelum hari H peluncuran (hari ini), kemarin saya sudah dengan pede posting informasi tersebut. Karena biasanya kalau diundang acaranya juga sesuai dengan yang diomongkan. Bahkan sebelum menulis itupun saya juga sempat menanyakan kepada teman yang diundang, teman saya juga seperti itu isi undangannya. Saya berusaha untuk telpon kembali mbak PR nya, tapi sayang sekali handphonenya tidak diangkat mungkin karena sibuk. Akhirnya beranilah saya publish artikel tersebut dengan suka cita, berharap Google akan ikut memberi kontribusi besar bagi perkembangan teknologi di Indonesia dan harapan-harapan yang lain (siapa tahu hire saya..hihihi).
Untuk itulah tadi pagi saya berangkat ke TKP dengan penuh semangat. Tapi ketika sampai di depan absensi, saya merasakan ada suatu hal yang diluar ekspektasi saya. Di samping banner Google, ada juga banner suatu vendor yang saya juga masih belum familiar. Saya mengisi daftar absen dan diberi goodybag berisi press release, CD modul acara dan gantungan tagname. Itupun terpaksa saya berikan ke teman yang tidak kebagian dan butuh mendesak. Kemudian saya baca modul press release itu, dan terkuaklah semuanya. Informasi dari PR sebelumnya yang menyebutkan bahwa Google buka kantor cabang di Indonesia hanyalah rumor! Isu untuk menarik perhatian agar kami datang. Karena yang benar adalah Google saat ini belum berkantor di Indonesia. Google hanya jualan produk dengan menunjuk salah satu reseller yaitu EBConnection. (continue reading…)
ketika Raksasa Online Mulai Tertarik Mencicipi Kue di Indonesia
by mrbambang on Des.01, 2008, under Technotalk

Ilustrasi Yahoo dan Google. (daily-seo.com)
Pelanggan telekomunikasi di Indonesia sekitar 120 juta subscriber dan pengguna internet lebih dari 25 juta. Sementara itu jumlah penduduknya saja lebih dari 200 juta. Tentu hal ini merupakan peluang yang sangat besar bagi vendor global untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar potensial. Yahoo! Asia yang berkantor di Singapura akhir-akhir ini terlihat gencar melakukan serangkaian program di Indonesia termasuk mendekati warnet-warnet. Tidak salah Yahoo! mendekati warnet karena tempat publik ini merupakan salah satu tempat pengakses internet tertinggi selain perkantoran. Konten lokal juga semakin diperkuat dengan menggandeng media seperti Detik.Com, Kompas, Antara, SCTV dan KapanLagi.
Nah, bagaimanakah dengan Google? Apakah perusahaan yang besar karena mesin pencari ini diam saja melihat Yahoo! melenggang di Indonesia? Ternyata tidak. Google bahkan melangkah lebih jauh dengan membuka kantor cabang di Indonesia. (continue reading…)
Buat Website Menjadi Aplikasi Desktop dengan Prism atau Chrome
by mrbambang on Sep.21, 2008, under Technotalk
Jaman memang semakin instant. Hal ini berlaku hampir ke semua hal, termasuk browsing. Dulu, untuk browsing mengunjungi situs favorit semacam Facebook atau lainnya, kita harus melewati beberapa langkah terlebih dahulu. Menjalankan browser, mengetik alamat homepage di address bar, setelah itu baru tekan tombol [enter]. Cukup bertele-tele dan bagi yang memiliki waktu terbatas terasa cukup merepotkan.
Ternyata beberapa developer yang baik hati dan suka menolong cukup sensitif membaca keresahan itu. Mereka-mereka ini adalah Yayasan Mozilla, Google dan Adobe. Mozilla mengembangkan proyek Prism, Google mengembangkan browser Chrome yang aplicable dan Adobe lewat AIR. Di sini saya akan membahas Prism dan Chrome saja karena AIR tidak begitu saja mengubah suatu web menjadi aplikasi website. AIR lebih ditujukan kepada pengembang website sedangkan Chrome dan AIR untuk pengguna kebanyakan, sehingga cara menggunakannya lebih simpel.
Mozilla Prism

Prism bisa diunduh di website Mozilla Labs. Tapi bagi yang sudah menginstall Mozilla Firefox cukup install add-ons saja. Anggap saja semua sudah install Firefox, sehingga yang diperlukan hanya memasang add on Prism. Setelah terpasang, pada menu Tools terdapat item Convert Website to Application. Dari situ, kita bisa membuat aplikasi desktop untuk semua situs seperti Facebook, Plurk, Gmail dan sebagainya. Untuk menjalankan aplikasi tersebut, tinggal mengklik ikon yang terdapat di desktop, start menu atau quick launch. Bagi pengguna Windows, Anda akan melihat ikon-ikon aplikasi website tersebut di systray yang biasanya terletak di kanan bawah. Ketika jendela aplikasi ditutup, aplikasi ini tetap running.
Google Chrome

Google Chrome yang baru saja diluncurkan beberap waktu lalu langsung menyertakan fitur ini. Jika ingin membuat suatu website menjadi aplikasi desktop, kita tinggal mengklik kontrol halaman dan di situ terdapat item Buat Lintasan Aplikasi. Berbeda dengan Prism, Chrome ini belum mendukung ikon di systray. Dengan demikian, jika jendela aplikasi ditutup, maka aplikasi ini sudah tidak running.
Yang lebih asyik lagi, jika suatu website mendukung teknologi Google Gears, maka kita bisa membaca seluruh isi website tanpa perlu koneksi internet.
Ahhh, mereka memang baik hati. Semakin memanjakan pengguna internet dengan mengembangkan berbagai layanan yang semakin memudahkan dan mempercepat. Tapi…. apa ya yang sudah kita lakukan selain hanya sebagai pengguna.
Layanan Web 2.0 yang Makin Meriah
by mrbambang on Jun.23, 2008, under Technotalk
Era Web 2.0 ternyata masih sangat menarik dan semakin ramai. Entah kapan akan era ini akan berakhir dan berganti menjadi Web 3.0. Mungkin saja transisi ke era web generasi mendatang itu terjadi begitu saja tanpa kita rasakan. Mungkin dulu kita mengenal layanan sosial networking hanya Friendster dan MySpace. Setelah cukup lama Friendster digandrungi para muda bahkan hingga sekarang ini, muncul lagi layanan sosial networking baru yang saat ini sedang disukai banyak pengguna internet yaitu Facebook. Facebook hanya salah satu layanan social networking diantara puluhan mungkin ratusan layanan sosial yang hadir di jagad maya.
Indonesia tak mau kalah. Beberapa provider juga merilis layanan sosial untuk kelas lokal seperti KL Face yang saat ini cukup gencar berpromo. Sayangnya, penggunaan nama produk Face terkesan meniru Facebook walaupun dari segi tampilan dan mungkin isi didalamnya berbeda.
(continue reading…)
























