mrbambang

Kalah Jaringan di Daerah Perbatasan

by mrbambang on Mar.10, 2010, under Technotalk

Sumber ilustrasi : roels-studio.blogspot.com

Jangkauan sinyal seluler operator dalam negeri ternyata tak berkutik melawan kuatnya sinyal operator dari Malaysia di kawasan perbatasan. Ini merupakan masalah serius. Seperti dikutip dari detikInet, kejadian ini terjadi di kawasan perbatasan antara Desa Simanggaris, Sungai Ular, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur (Kaltim) dan kawasan Tawau, Malaysia.

Kepala Dinas Kominfo Propinsi Kaltim katanya juga sudah meminta ke pemerintah pusat untuk mendesak operator GSM nasional memperkuat sinyalnya di kawasan itu. Tetapi sampai sekarang kondisinya ya masih seperti itu. Saat mereka berkunjung ke Dermaga Sungai Ular, Simanggaris, Kabupaten Nunukan, tidak satu pun sinyal operator seluler GSM nasional yang berhasil didapatkan.

Ketika sedang mencari sinyal, yang ada justru sinyal international roaming dari operator GSM Malaysia, Maxis. Padahal, pelanggan masih berada di wilayah Kaltim.Sungguh sangat disayangkan. Operator seharusnya tidak hanya memikirkan bisnis melulu, tetapi juga harus memikirkan nasionalisme. Meskipun, pada kenyataannya operator telekomunikasi nasional pun kebanyakan merupakan milik asing. Tetapi mereka beroperasi di Indonesia dan mengatasnamakan sebagai perusahaan nasional dengan karyawan orang Indonesia dan target pelanggan pun adalah orang Indonesia.

Pemerintah sepertinya juga harus lebih tegas dalam menuntut operator untuk menyediakan jaringan di daerah perbatasan. Mungkin dengan memberikan berbagai keringanan atau kemudahan. Jika daerah perbatasan tidak diperhatikan, tidak perlu kaget atau marah jika nanti semakin banyak daerah kita yang dicaplok negara lain. Bagaimana menurut Anda?


Artikel ini bisa juga dibaca di Infotelko


  • rimenk
    jadi ingat, waktu saya kerja di pulau mentawai.. kalo mau dapat sinyal operator "T", saya harus jalan 1 kilo, dan nanjak sampe ketinggian sekitar 1000 mdpl. abis itu harus manjat pohon, dan ngacung2in tangan sambil megang hape.. itu pun belum tentu dapat sinyal...

    sebenernya ada sih telpon satelit, tapi karena mahalnya minta ampun itu, ya terpaksa lebih milih jalan kaki :D
  • bukan hanya sinyal sih, bahan makanan pokok di daerah perbatasan juga berasal dari negara tetangga, karena lebih murah
  • bangsari
    ancene telo kok korporasi nang kene
  • Memang bener koq "info dari saudara", jangankan sinyal milik operator Nasioanal - saudaraku aja nonton TV siarannya punya malaysia semua. Gile nih Indonesia yang hanya mikirin Jakarta dan Jawa saja.
    Bukan hanya sinyal yang tidak terlihat mata, Fasilitas umum seperti Jalan, Puskesmas dll malah benar-benar tidak terlihat. Andaikata mata ini melirik kekanan "terang banget" dan melihat kekiri "remang-remang - wilayah Indonesia".

  • ndoroseten
    itu kali sedikit enaknya hidup di perbatasan ya?
  • yg penting di tempatku sinyal lancar :D
blog comments powered by Disqus

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!