Jangan Kutip Roy Suryo
by mrbambang on Jan.27, 2010, under Blogosphere
Dua tahun yang lalu, gerakan “Jangan Kutip Roy Suryo” sempat ramai mewarnai jagad blogosphere. Bisa dimaklumi karena pada waktu itu terjadi persinggungan yang cukup sengit. Pada waktu itu, situs Depkominfo kena hack dan terpampang gambar Roy Suryo. Diapun berang dan langsung menuduh pelakunya adalah blogger dan hacker. Para blogger pun mengajak Roy Suryo berdialog untuk meluruskan masalah. Akhirnya tibalah waktu bersejarah itu, debat antara Roy Suryo dengan Blogger yang digelar di Universitas Budi Luhur (11/4/08). Selain diskusi terbuka dengan blogger, diadakan juga diskusi UU ITE di Radio Trijaya. Tetapi sepertinya ini tidak bisa mengubah pemahaman Roy Suryo terhadap perbedaan makna blogger, hacker dan cracker.
Seperti saya kutip dari Okezone, bahkan beberapa media menyatakan tidak berani lagi meng-quote statement pria yang disebut-sebut sebagai pakar telematika itu. Pasalnya, Roy Suryo berkali-kali melimpahkan kesalahan kepada wartawan karena dianggap selalu memelintir pernyataan sehingga tidak sesuai dengan apa yang dimaksud. Mengenai masalah ini, saya juga telah menulis artikel yang lebih rinci.
Seiring waktu, masalah tersebut kemudian hilang dengan sendirinya. Hingga suatu ketika, beberapa waktu yang lalu Ruby Alamsyah, melakukan demo bagaimana penjahat melakukan aksi pembobolan dengan modus penggandaan kartu ATM. Namun, aksi peragaan Ruby justru menimbulkan kontroversi. Dia malah mendapatkan serangan bertubi-tubi. Serangan tersebut bertumpu pada satu orang, dialah Roy Suryo. Wakil Ketua Komisi I DPR yang berasal dari Parta Demokrat ini menuding Ruby telah memberikan contoh bagaimana melakukan aksi kejahatan di ATM.
Kasus ini bagi sebagian wartawan mungkin dipandang menarik. Hingga akhirnya muncul di beberapa media elektronik, online dan cetak. Meski beberapa wartawan menjadi sering mengutip Roy Suryo, tetapi para blogger tetap saja tidak bersimpati kepadanya. Para blogger, atau yang sekarang berkembang ke ranah Twitter, Plurk dan Facebook malah bersimpati ke Ruby. Tindakan Roy ini, sekali lagi dipandang mencari sensasi atau popularitas semata.
Mengapa beberapa wartawan kembali suka mengutip Roy Suryo? Apakah mungkin dengan menulis berita tersebut bisa mendongkrak rating, oplah atau trafik? Tak taulah saya. Daripada berprasangka yang masih belum jelas, mending mantenging hashtag #JudulHororRoySuryo di Twitter yang kocak-kocak itu

























