Akhir Dari Gerakan Kumpul 1000 Buku
by mrbambang on Des.15, 2008, under Blogosphere

4 Agustus 2008 adalah hari bersejarah bagi Gerakan Kumpul 1000 Buku. Karena pada hari itulah pertama kali kami mempublikasikannya dan secara resmi menggunakan Blog 1000 Buku di Dagdigdug untuk menuliskan laporan perkembangannya. Gerakan Kumpul 1000 Buku resmi ditutup pada event Muktamar Blogger 1428 H tanggal 21 November 2008. Berarti program tersebut berlangsung sekitar 3 bulan. Sesudah penutupan itu, kami melakukan sortir buku, membagi buku-buku sesuai kategorinya, kemudian memilih lagi dan menentukan kepada siapa saja buku tersebut akan dikirim.
Akhirnya sabtu kemarin, kami baru bisa melakukan pengiriman ke daerah dengan menggunakan jasa paket Herona Express. Sebanyak 11 kardus dari ukuran kecil sampai buesar kami kirimkan ke komunitas Cah Andong (+Cebongan) di Jogjakarta. 10 Kardus besar kecil dikirimkan ke komunitas Loenpia Semarang dan 1 Kardus besar dikirimkan ke Kebumen. Selain itu, masih ada 1 kardus yang akan dikirimkan ke Bangsari Cilacap dan 5 kardus untuk sekolah-sekolah di Jakarta. Jadi, totalnya ada 28 kardus berisi buku-buku hasil sumbangan Anda semua.
Sebanyak 2.745 buah buku diisi ke dalam 28 kardus tersebut. Tidak hanya buku, kami juga menerima donasi dana sebesar Rp. 12.347.000. Uang tersebut digunakan untuk kebutuhan operasional dan beli buku. Detailnya bisa Anda baca di blog 1000 buku.
Jumlah yang cukup besar tersebut memberikan kebanggaan tersendiri bagi kami. Bahwa ternyata blogger memiliki semangat sosial yang cukup tinggi untuk membantu ikut mencerdasakan saudara-saudara yang lain dengan membaca buku.
Meskipun begitu, kami sadar bahwa yang kami lakukan ini belumlah ada apa-apanya. Sangat kecil jika dibandingkan dengan kegiatan sosial yang dilakukan oleh rekan-rekan dari berbagai yayasan sosial maupun organisasi. “Gerakan 1000 Buku dan Bloggers for Bangsari itu tidak seberapa dibanding dengan Butet Manurung yang keluar masuk hutan untuk mengajari anak-anak baca tulis. Kami ini malu kalau kegiatan sesederhana seperti ini saja dibangga-banggakan,” ujar Zen, si Pejalan Jauh, yang juga saya amini pendapatnya.
Ya, memang yang kami lakukan ini belum ada apa-apanya. Meskipun begitu, ternyata pekerjaan sosial seperti ini kami rasa ternyata tidaklah ringan. Kegiatan seperti ini saja dirasakan berat, apalagi yang kegiatan besar ya? Ah.. sudahlah, tapi bagaimanapun, banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa dipetik dari sini.
Gerakan Kumpul 1000 Buku sudah berakhir, banyak kenangan di sana. Tapi bukan berarti ini semua benar-benar berakhir. Sebenarnya masih ada printilan-printilan yang belum terselesaikan. Yang berakhir hanyalah penumpulan buku pada program ini. Mungkin kami masih perlu memonitor program yang sudah kami lakukan tersebut dan melakukan kegiatan sosial yang lebih baik lagi. Mari kita saling bahu membahu untuk memberi kontribusi positif bagi kemajuan bangsa kita.









